Inilah Penjelasan Mark Zuckerberg Mengenai Kebijakan Baru WhatsApp

 


Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan munculnya status di aplikasi whatsapp yang langsung dibuat oleh pihak resmi whatsapp. Adapun tujuannya untuk meneruskan informasi dari perusahaan yang berisi kebijakan baru privasi pengguna. Namun informasi ini ternyata tidak diterima dengan baik dan beredar sebuah kabar menyebutkan bahwa status tersebut merupakan jebakan yang dibuat oleh scammer.

Benarkah status resmi dari pihak whatsapp ini merupakan jebakan scammer yang akan mengambil alih data rekening bank penggunanya? Berbagai pendapat pun bermunculan, sampai akhirnya CEO Facebook Mark Zuckerberg buka suara mengenai status whatsapp yang berisi kebijakan tersebut. Berikut ulasan lengkapnya!

Penjelasan Mark Zuckerberg Mengenai Kebijakan Baru Di WhatsApp

Di tengah berita yang masih kontroversial bagi sebagian orang, akhirnya Mark Zuckerberg buka suara soal kebijakan privasi baru dari whatsapp. Mark mengatakan ada empat tema besar yang akan menjadi fokus perusahaannya di tahun 2021. Termasuk salah satunya kebijakan layanan pesan instan di aplikasi whatsapp.

Terkait kekhawatiran pengguna mengenai data pribadi mereka, Mark menambahkan bahwa adanya perubahan kebijakan tersebut tidak akan merubah privasi dan keamanan pengguna. Sehingga apapun yang dibagikan pengguna dengan teman dan keluarga tidak akan diketahui oleh orang ketiga termasuk pihak perusahaannya.

Dikutip dari The International News, Mark mengungkapkan “Semua pesan di whatsapp dienkripsi secara end-to-end­. Artinya kita tidak bisa melihat ataupun mendengar apa yang dikatakan pengguna, dan kami tidak akan pernah tahu kecuali ada orang yang sengaja memilih untuk membagikan pesan yang kalian kirim”.

Lebih jelasnya, Mark mengatakan bahwa update baru dari aplikasi whatsapp ini merupakan kebijakan untuk memudahkan akun bisnis dalam berkomunikasi dengan para pelanggannya. Fitur baru tersebut memungkinkan penggunanya lebih mudah berinteraksi. Untuk itu, Facebook membangun infrastruktur hosting yang bisa digunakan akun bisnis untuk menyimpan percakapan whatsapp.

Nantinya, pesan yang dikirimkan ke akun bisnis akan disimpan di infrastruktur Facebook jika memang diinginkan oleh pengguna. “Kami ingin semua pengguna tahu dan mengerti upaya yang dilakukan untuk melindungi pesan pribadi. Sehingga pihak kami mengundur jadwal update kebijakan ini dengan harapan bisa memberikan waktu untuk semua orang dalam memahami arti update-tan tersebut” jelas Mark.

Pihak Whatsapp tentu saja akan semakin meningkatkan fitur privacy atau keamanan data penggunanya. Para pengguna sebaiknya tidak khawatir dengan fitur keamanan Whatasapp saat ini. Mark menegaskan bahwa pihaknya akan terus membenahi keamanan data para penggunanya.

Update Whatsapp ini tentu saja tidak akan mempengaruhi tingkat keamanan dari data pribadi pengguna. Dengan kata lain data data tetap aman dan Whatsapp bisa digunakan sebagaimana biasanya. Tentu hal ini akan menjadikan aplikasi ini masih tetap aman untuk digunakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Saja yg Bisa Menerima Bansos PPKM Darurat?

Cek Legalitas Pinjol serta Fintech di Situs Cekfintech.id

Buka cekbansos.kemensos.go.id, Penerima BST Rp 600.000 Dapat Tambahan Beras 10 Kg