Cek Legalitas Pinjol serta Fintech di Situs Cekfintech.id

 




Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) berupaya ikut berperan eksklusif untuk membendung ruang gerak layanan pinjaman online (pinjol) ilegal. Salah satu upaya yg telah dilakukan merupakan menyediakan website khusus yg dapat dipakai masyarakat luas untuk memeriksa legalitas suatu layanan pinjol maupun layanan financial technology (fintech)/teknologi finansial (tekfin) lainnya, semacam digital payment atau crowdfinding. Laman itu dibangun AFTECH bersama pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Situs yg beralamat di cekfintech.id yg baru saja diluncurkan tanggal 11 November lalu.

Situs cekfintech.id kini telah dapat dipakai untuk memeriksa apakah layanan pinjol atau fintech ilegal atau resmi. "Jadi diinginkan masyarakat yg akan melakukan transaksi pinjol dapat cek legal atau tidak," kata Ketua Dewan Pengawas Asoasi Fintech Indonesia (AFTECH), Rudiantara dalam agenda Workshop AFTECH "Fintech for Faster Economic Recovery" yg digelar dengan cara daring, Jumat (19/11/2021). "Ini tahap dari upaya AFTECH untuk meminimalisir masyarakat (yang) salah melakukan transaksi dengan pinjol ilegal," imbuh Rudiantara.

Data legalitas di website tersebut didasarkan pada daftar pinjol serta layanan fintech yg telah mendapat izin resmi dari regulator yg berwenang semacam Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Untuk memeriksa legalitas, lumayan masukan nama layanan pinjol atau fintech di kolom pencarian.

Jika layanan terdaftar di regulator, jadi akan timbul keterangan bahwa layanan tersebut "Berizin" dengan latar belakang warna biru yg dibekali dengan no surat penetapan izin. Namun, jika layanan tak terdaftar atau ilegal, jadi akan timbul keterangan berbunyi: "kata kunci yg Kalian masukkan tak ditemukan atau perusahaan tak terdaftar" dengan latar belakang bewarna merah.

Selain layanan fintech, website cekfintech.id juga dapat dipakai untuk memeriksa no rekening apakah sempat dilaporkan terkait tindak penipuan atau tidak. Caranya, lumayan pilih nama bank serta masukan no rekening.

Selain menyediakan website untuk memeriksa legalitas, Rudiantara menambahjan AFTECH juga mempunyai komite etik. Komite etik bertugas untuk memperlihatkan pedoman anak buah penyelenggara fintech, khususnya pinjol supaya beroperasi sesuai kadiah yg ditetapkan. "Jika ada anak buah AFTECH yg tak sesuai dengan kaidah atau etika AFTECH, pasti kita akan perbuat perbuatan pada anak buah kami sendir," terang mantan Menteri Komunikasi serta Informatika itu. Pria yg bersahabat disapa Chief RA itu juga menambahkan, asosiasinya memitigasi fintech dari waktu ke waktu supaya mereka menyelenggarakan urusan ekonomi sesuai standar serta etika yg baik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Saja yg Bisa Menerima Bansos PPKM Darurat?

Buka cekbansos.kemensos.go.id, Penerima BST Rp 600.000 Dapat Tambahan Beras 10 Kg